Setelah membekuk dua warga Ngantang, pelaku trafficking, Susilowati, 32 tahun, warga Desa Pandean, Ngantang dan Suhana, 34 tahun, warga Desa Waturejo, Ngantang. kini Polres Batu memburu SN, 34 tahun, warga Pesanggrahan, Batu. SN diduga kuat terlibat dalam jaringan perdagangan wanita untuk dijadikan pekerja seks komersial di Palangkarya bersama Susilowati dan Suhana.
SN yang telah melarikan diri itu diketahui terlibat dalam kasus perdagangan wanita setelah penyidik Satuan Reskrim Polres Batu mendengar keterangan Susilowati dan Suhana. Dalam keterangannya, SN berperan sebagai pencari wanita.

Susilowati dan Suhana di Mapolres Batu.
Kasat reskrim Polres Batu, AKP Decky Hermansyah mengatakan, peran SN berada dibawah Susilowati dan Suhana. “Dia ( SN) juga ikut secara langsung mencari korban untuk diserahkan kepada dua tersangka yang sudah ditahan (Susilowati dan Suhana),” jelas Decky. SN mudah menjaring korban karena pekerjaannya sebagai tukang ojek. Saat menjalankan pekerjaannya, dia selalu menawarkan pekerjaan haram berkedok pelayan restoran. Hal ini terutama kepada wanita yang tak memiliki penghasilan tetap. Karena diduga kuat terlibat dalam jaringan perdagangan wanita, kini Polres Batu tengah memburunya.“SN sudah tidak ada di Batu lagi. Dia sudah menghilang, tapi kami akan tetap mencarinya,” tandas Decky.
Sedangkan, Sular, warga Ngantang, pengemudi mobil yang membawa enam korban perdagangan wanita saat digagalkan petugas kini masih berstatus sebagai saksi. Namun demikian, Polisi masih terus mengembangkan keterlibatannya. Seperti diberitakan sebelumnya, Polres Batu mengagalkan perdagangan wanita yang dilakukan oleh Susilowati dan Suhana. Enam wanita, dua diantaranya masih berumur 14 tahun nyaris dipekerjakan sebagai pekerja seks komersial di sebuah lokalisasi di Palangkaraya. Mereka ditipu oleh kedua pelaku akan dipekerjakan sebagai penjaga restoran. (van/mar/malangpost)
0 komentar:
Poskan Komentar